Lingkungan
Jurnalisme data tentang isu lingkungan dan perubahan iklim
Banjir Berulang di Bogor: Ratusan Warga Terdampak, Curah Hujan Tinggi Jadi Pemicu
Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bogor memicu banjir di sejumlah kecamatan, merendam ratusan rumah dan berdampak pada lebih dari 1.600 warga. Selain mengganggu aktivitas masyarakat, banjir juga merusak infrastruktur dan fasilitas umum. BNPB menyebut tingginya intensitas hujan sebagai penyebab utama, sementara persoalan tata ruang dan drainase dinilai memperparah kondisi. Proses evakuasi serta penyaluran bantuan masih terus dilakukan.

The Coffee Trail: Peta Perjalanan Kopi Dunia
Perjalanan kopi menjadi minuman global bermula pada abad ke-9 saat ditemukan secara liar di Etiopia, sebelum akhirnya dibudidayakan secara komersial oleh bangsa Arab di Yaman pada abad ke-15 melalui pelabuhan Mocha. Kepopuleran kopi kemudian menyebar luas ke pusat-pusat kebudayaan Islam seperti Mekah dan Istanbul, di mana kedai kopi pertama di dunia lahir sebagai ruang sosial baru. Monopoli Arab akhirnya runtuh setelah penyelundupan biji kopi ke India, yang kemudian dimanfaatkan oleh bangsa Eropa, khususnya Belanda melalui VOC, untuk mengekspansi perkebunannya ke wilayah kolonial termasuk Batavia (Indonesia) pada akhir abad ke-17. Keberhasilan penanaman di Nusantara tidak hanya melahirkan istilah ikonik "A Cup of Java", tetapi juga memicu jalur perdagangan baru ke benua Amerika yang menjadikan kopi sebagai salah satu komoditas paling berharga di dunia hingga hari ini.
Kota yang Kian Gerah: Ketika Ruang Terbuka Hijau Kalah Telak dari Beton
Fenomena Urban Heat Island (UHI) membuat suhu di kota-kota besar Indonesia terus meningkat akibat dominasi beton, aspal, dan minimnya ruang terbuka hijau. Berkurangnya vegetasi menyebabkan udara menjadi lebih panas, meningkatkan penggunaan pendingin ruangan, serta berdampak pada kesehatan masyarakat. Melalui StoryMap ini, pembaca diajak menelusuri beberapa lokasi di Jakarta yang menunjukkan bagaimana pesatnya pembangunan perkotaan memengaruhi kualitas lingkungan sekaligus melihat pentingnya penghijauan sebagai solusi menghadapi krisis iklim di kawasan urban.
Darurat Sampah Plastik di Sungai Citarum: Ancaman Nyata bagi Lingkungan
Sungai Citarum merupakan salah satu sumber air terpenting di Jawa Barat yang menopang kebutuhan rumah tangga, pertanian, perikanan, hingga industri. Namun, tingginya pencemaran sampah plastik menyebabkan kualitas air terus menurun dan mengancam ekosistem sungai. Melalui StoryMap ini, pembaca diajak mengikuti aliran Sungai Citarum dari hulu hingga hilir untuk melihat dampak nyata pencemaran sampah plastik, sekaligus mengenal berbagai upaya pemulihan yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat.
Proyek Strategis Nasional di Jawa Barat: Ketika Ambisi Infrastruktur Membebani Wilayah Sungai
Jawa Barat menjadi salah satu pusat pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN), mulai dari bendungan, jalan tol, hingga kereta cepat. Namun, pesatnya pembangunan tersebut memicu alih fungsi lahan di sekitar daerah aliran sungai (DAS), yang berdampak pada meningkatnya risiko banjir, sedimentasi, dan kekeringan di wilayah hilir. StoryMap ini mengajak pembaca menelusuri titik-titik pembangunan utama di Jawa Barat untuk melihat bagaimana pembangunan infrastruktur beririsan dengan kondisi lingkungan dan sistem hidrologi daerah.

BANJIR BANDANG BANDA ACEH 2025
Banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Aceh sepanjang November hingga Desember 2025 akibat hujan berintensitas tinggi. Bencana tersebut berdampak pada beberapa kabupaten/kota, menyebabkan ribuan warga terdampak dan mengungsi, serta mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan gangguan layanan dasar. Pemerintah bersama BPBA, BNPB, dan instansi terkait melakukan penanganan darurat, evakuasi, penyaluran bantuan, hingga rehabilitasi pascabencana.

Banjir Kudus 2020, Kecamatan Kaliwungu dan Jati Paling Sering Terendam
Banjir kembali menelan ribuan jiwa dan hektare sawah di Kudus. Luapan Sungai Wulan menghantam Kaliwungu dan Jati, mengubah rutinitas ribuan keluarga menjadi perjuangan sehari-hari. Ancaman ini terus menghantui, bukan sekadar siklus air tahunan.

TSUNAMI ACEH 2025
Banjir dan longsor di Aceh pada November–Desember 2025 dipicu oleh hujan ekstrem yang menyebabkan sungai meluap di berbagai wilayah. Bencana meluas hingga 16 kabupaten/kota, mengakibatkan ribuan warga mengungsi, kerusakan infrastruktur, dan terganggunya aktivitas masyarakat. Pemerintah kemudian menetapkan status tanggap darurat, melakukan evakuasi serta penyaluran bantuan, sebelum memasuki tahap rehabilitasi dan pemulihan di wilayah terdampak.

Napak Tilas 3 Tahun Pandemi: Dari Kasus Perdana di Indonesia Hingga Transisi Endemi
Dimulai dari kepanikan kasus perdana di Depok pada awal 2020, penerapan pembatasan sosial yang meluas lintas pulau, hingga lonjakan mematikan varian Delta yang sempat menggemparkan masyarakat indonesia.

Rapor Merah Banten: Kualitas Lingkungan Merosot Terparah dalam Tiga Tahun Terakhir
Provinsi Banten mencatatkan kemunduran kualitas lingkungan hidup paling drastis di Indonesia dengan penurunan skor Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) mencapai -1,62 poin, diikuti oleh Jambi (-0,89 poin) dan Nusa Tenggara Timur (-0,79 poin). Ambruknya kualitas ekologis di Banten dipicu oleh polusi udara akut dari sektor industri manufaktur dan kepungan PLTU batu bara, sedangkan wilayah Sumatra (Jambi dan Riau) tergerus oleh masifnya deforestasi kelapa sawit, serta NTT yang didera krisis kualitas air akibat kekeringan ekstrem. Di sisi lain, DKI Jakarta masih tak bergeming mendekam di peringkat paling buncit nasional dengan skor stagnan di angka 54,57 akibat gagal mengurai benang kusut polusi kendaraan dan pencemaran sungai kronis. Rentetan data rapor merah ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah untuk segera menghentikan eksploitasi alam yang merusak (extractives economy) dan memperketat amdal industri demi mencegah bencana ekologis yang lebih parah di masa depan.

BMKG dan BNPB Peringatkan Dampak El Nino, Wilayah NTT dan Jawa Masuk Status Kritis Kekeringan
Kolaborasi data BMKG dan BNPB per 11 Juli 2026 menunjukkan fenomena El Nino memicu kemarau panjang di Indonesia selatan. Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi daerah paling kritis dengan 85 titik Hari Tanpa Hujan (HTH) "Sangat Panjang", disusul Jawa Timur (175 titik kering), Jawa Tengah (140 titik kering), NTB (110 titik kering), serta Bali dan DI Yogyakarta di status dampak tinggi. Sebaliknya, wilayah Bengkulu dan Aceh tetap aman dan relatif basah karena didominasi HTH sangat pendek serta curah hujan yang stabil. Laporan Pusdalops BNPB mengonfirmasi dampak riil berupa krisis air bersih massal dan ancaman gagal panen pada lahan tadah hujan di zona kritis. Penanganan darurat dilakukan lewat distribusi air bersih dengan truk tangki, pembuatan sumur bor, hingga persiapan modifikasi cuaca. Selain itu, Deputi Bidang Pencegahan BNPB dan Kementerian PUPR mengimbau pemda terkait untuk memperketat manajemen risiko dan menghemat cadangan air di waduk utama guna menekan kerugian ekonomi.

Menghirup Waras di Kota Beton: Mengapa Pohon Lebih Efektif Redam Stres Dibanding Kopi
Masalahnya, akses terhadap "kewarasan hijau" ini tidak merata. Pemetaan digital menunjukkan adanya ketimpangan hijau (green gentrification). Daerah dengan kelas ekonomi atas cenderung memiliki akses RTH 3 kali lipat lebih banyak dibandingkan kawasan padat penduduk berpenghasilan rendah. "Kami melihat taman-taman bagus menumpuk di pusat kota atau komersial, sementara pinggiran kota yang padat justru gersang," ujar Dr. Rian Sanjaya, pakar tata kota yang terlibat dalam riset ini. "Padahal, kelompok masyarakat di kawasan padat itulah yang paling rentan mengalami burnout akibat tekanan ekonomi dan lingkungan."

Warga Aceh Membangun Kembali Jembatan yang Rusak Tanpa Menunggu Bantuan Pemerintah
Warga tidak menunggu pemerintah untuk membangun kembali jembatan yang rusak, yang dimana seharusnya pemerintah bisa ikut berkontribusi dengan cara memberi dana daerah setempat dan kembali membangun jembatan yang rusak di Aceh tersebut.
1.962 Gempa Bumi Setahun: Aktivitas Tektonik Tinggi Terus Membayangi Aceh pada 2018
Provinsi Aceh mencatat 1.962 kejadian gempa bumi sepanjang 2018 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Angka tersebut menunjukkan tingginya aktivitas kegempaan di wilayah yang berada di ujung barat Indonesia itu. Letaknya yang berada di kawasan pertemuan lempeng tektonik aktif menjadikan Aceh sebagai salah satu daerah yang terus berhadapan dengan ancaman gempa bumi sepanjang tahun.

150 Puting Beliung, Terbanyak di Seluruh Jawa Barat
Kabupaten Bogor tercatat sebagai wilayah paling rawan puting beliung di Jawa Barat, dengan 150 kejadian sepanjang 2008–2021 hampir 60 persen dari seluruh kejadian di provinsi tersebut. Salah satu insiden terbaru terjadi pada 21 September 2021, ketika angin berkecepatan hingga 90 km/jam merusak 34 rumah dan berdampak pada 115 warga hanya dalam 5–10 menit. Para ahli menyebut kontur perbukitan Bogor dan minimnya stasiun pemantau cuaca lokal sebagai faktor utama tingginya kerentanan wilayah ini.

Empat Kabupaten di Kalbar Alami Bencana Setara, Banjir Jadi Ancaman Utama
Empat kabupaten di Kalimantan Barat Kapuas Hulu, Melawi, Mempawah, dan Sanggau—mencatat tingkat kejadian bencana yang merata (masing-masing 25%), dengan banjir sebagai ancaman utamanya akibat curah hujan tinggi dan luapan sungai besar. Karena dampaknya yang tersebar seimbang dan melumpuhkan aktivitas warga, penanganan dan mitigasi bencana dari pemerintah dituntut untuk tidak hanya fokus pada satu daerah, melainkan dilakukan secara menyeluruh dan komprehensif di seluruh kawasan rawan tersebut.

Luwu dan Luwu Utara Dominasi Banjir di Sulawesi Selatan, Sumbang 40 Persen Kasus
Kabupaten Luwu dan Luwu Utara merupakan wilayah dengan kejadian banjir tertinggi di Provinsi Sulawesi Selatan, masing-masing menyumbang sekitar 20% dari total kejadian banjir. Angka ini lebih tinggi dibandingkan kabupaten lain seperti Wajo dan Sidenreng Rappang yang berada di kisaran 10%. Data yang diolah menggunakan Pivot Table menunjukkan bahwa wilayah utara Sulawesi Selatan memiliki tingkat kerentanan banjir yang lebih tinggi. Tingginya kejadian banjir di Luwu dan Luwu Utara dipengaruhi oleh faktor geografis, terutama keberadaan beberapa daerah aliran sungai (DAS) seperti Sungai Rongkong yang rentan meluap saat curah hujan meningkat. Curah hujan tinggi menyebabkan sungai meluap dan merendam permukiman serta lahan pertanian. Banjir di wilayah ini menimbulkan dampak yang signifikan, mulai dari kerusakan infrastruktur hingga terganggunya kehidupan masyarakat. Dalam beberapa kejadian, ribuan rumah terendam dengan ketinggian air mencapai 1–3 meter dan warga terpaksa mengungsi. Oleh karena itu, diperlukan upaya mitigasi seperti perbaikan sistem drainase, normalisasi sungai, dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat untuk mengurangi risiko dan dampak banjir di masa mendatang.

Karangasem Dominasi Bencana di Bali: Cuaca Ekstrem Picu Ratusan Kejadian, Kerugian Capai Miliaran Rupiah
Cuaca ekstrem di Bali menyebabkan peningkatan kejadian bencana, dengan Kabupaten Karangasem menjadi wilayah yang paling terdampak. Dari lima kejadian yang dianalisis, Karangasem mencatat dua kejadian (40%), sedangkan Kabupaten Jembrana, Bangli, dan Badung masing-masing mencatat satu kejadian. Data BPBD dan media juga menunjukkan bahwa Karangasem memiliki frekuensi bencana yang tinggi, terutama longsor, banjir, dan pohon tumbang. Tingginya risiko bencana di Karangasem dipengaruhi oleh kondisi geografis berupa lereng curam di kawasan Gunung Agung serta curah hujan yang tinggi. Dampak bencana di wilayah ini cukup besar, mencakup korban jiwa, kerusakan rumah, dan kerugian ekonomi hingga miliaran rupiah. BPBD menegaskan bahwa selain cuaca ekstrem, kondisi lingkungan dan penggunaan lahan turut memperbesar risiko bencana. Oleh karena itu, diperlukan penguatan mitigasi, sistem peringatan dini, dan pengelolaan lingkungan untuk mengurangi risiko bencana di masa depan.

Ilusi Lumbung Pangan di Atas Pasir Kuarsa Gunung Mas
Di atas hamparan pasir kuarsa Gunung Mas, kegagalan lumbung pangan menyimpan bahaya tersembunyi. Deforestasi masif kini mengubah hidrologi kawasan. Ancaman banjir bandang dan kekeringan ekstrem perlahan merayap mendekati ribuan warga yang hidup di hilir.

26 Kali Longsor dalam Setahun: Cilacap Jadi Wilayah Paling Rawan Longsor di Jawa Tengah
Kabupaten Cilacap merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan tanah longsor yang tinggi di Jawa Tengah. Pada tahun 2021, tercatat 26 kejadian longsor atau sekitar 16,46% dari total kejadian longsor di provinsi tersebut. Sebagian besar kejadian terkonsentrasi di kawasan perbukitan, khususnya wilayah Majenang dan daerah hulu yang memiliki kondisi lereng curam.

Banjir Terparah dalam 50 Tahun: Kabupaten Banjar Jadi Wilayah Terdampak Paling Luas di Kalsel
hujan ekstrem yang mengguyur hampir seluruh wilayah Kalimantan Selatan pada pertengahan Januari 2021 mengakibatkan bencana banjir besar yang melumpuhkan Kabupaten Banjar, Kabupaten Banjar mencatatkan jumlah rumah terendam dan warga mengungsi tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lainnya di provinsi tersebut sepanjang tahun 2021.

Data Terbaru: Darurat Banjir di Aceh Timur,15 kali Terjadi dalam waktu 5 Tahun, Warga Terus Terancam
Kabupaten Aceh Timur yang berada di pesisir timur Provinsi Aceh merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan banjir yang tinggi dan bersifat berulang. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), terdapat sedikitnya 266 desa yang masuk dalam kategori rawan banjir. Kondisi ini diperkuat oleh kejadian berulang setiap musim hujan, ketika curah hujan tinggi dalam durasi beberapa hari menyebabkan peningkatan debit air pada sungai-sungai utama dan memicu genangan yang meluas hingga puluhan kecamatan.

Banjir Terulang Tiap Tahun, 10 Kejadian Tercatat di Batu Bara
Kabupaten Batu Bara di Sumatera Utara mencatat 10 kejadian banjir sepanjang 2020 hingga 2021—tertinggi di antara 16 kabupaten/kota lainnya di provinsi tersebut. Analisis data bencana menunjukkan bahwa wilayah ini secara konsisten menjadi titik rawan, dengan banjir sebagai bencana paling dominan yang terjadi berulang, terutama saat intensitas hujan meningkat di akhir tahun.

Mojokerto Alami kejadian 10 Banjir dalam setahun, Tertinggi di Jawa Timur Kabupaten
Mojokerto saat ini menduduki peringkat pertama sebagai daerah paling rawan banjir di Jawa Timur dengan rekor 10 kejadian dalam setahun, melampaui kabupaten lain seperti Situbondo, Gresik, dan Bojonegoro. Tingginya frekuensi bencana ini dipicu oleh kombinasi curah hujan ekstrem dan faktor lingkungan, seperti alih fungsi lahan, hilangnya daerah resapan air, serta buruknya sistem drainase. Kondisi yang terus berulang dan memicu berbagai kerugian material, ekonomi, hingga kesehatan bagi masyarakat ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi seluruh wilayah Jawa Timur akan mendesaknya perbaikan tata ruang demi mencegah eskalasi bencana di masa depan.

Hanya 2 Jam Hujan, Puluhan Rumah di Makale Terendam Banjir Akibat Drainase Buruk
Intensitas hujan deras yang mengguyur wilayah Tana Toraja selama dua jam pada Sabtu sore (20/11/2021) mengakibatkan puluhan rumah di Kecamatan Makale terendam banjir. Kejadian ini menambah deretan panjang bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut sepanjang November 2021, yang menurut data BPS Provinsi Sulawesi Selatan telah memicu jatuhnya korban jiwa di wilayah kabupaten terkait.

608 KK Terdampak: Banjir Padang Pariaman Rendam 7 Kecamatan Akibat Luapan 4 Sungai
Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, dilanda banjir akibat hujan berintensitas tinggi yang terjadi sejak 22 hingga 23 November 2025. Luapan empat sungai merendam permukiman warga dan berdampak pada 608 kepala keluarga atau 1.824 jiwa, dengan laporan dua warga mengalami luka ringan dan tidak ada korban jiwa. Peristiwa ini menunjukkan bagaimana curah hujan dalam waktu singkat mampu langsung meningkatkan risiko banjir di wilayah tersebut.

412 Bencana di Februari: Lampung Barat Jadi Kabupaten Paling Sering Dilanda Banjir, Curah Hujan Tinggi Jadi Pemicu
Lampung mencatat 412 kejadian bencana pada Februari, jumlah tertinggi sepanjang tahun. Kabupaten Lampung Barat menjadi wilayah dengan kasus banjir terbanyak akibat tingginya curah hujan dan kondisi geografis yang rentan. Dampak banjir tidak hanya mengganggu permukiman, tetapi juga merusak ratusan hektar lahan pertanian warga. Temuan ini menunjukkan pentingnya peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana, terutama pada musim hujan di awal tahun.

Sarolangun Catat Kejadian Bencana Tertinggi, Menyumbang Sepertiga dari Total 19 Kasus
Kabupaten Sarolangun menjadi wilayah dengan kejadian bencana terbanyak di Provinsi Jambi, yaitu 6 dari total 19 kasus yang tercatat. Posisi berikutnya ditempati Kota Sungai Penuh dengan 5 kejadian, sedangkan Muaro Jambi, Merangin, dan Bungo masing-masing 2 kejadian. Kerinci dan Batanghari mencatat jumlah terendah, yaitu 1 kejadian. Tingginya jumlah bencana di beberapa wilayah diduga dipengaruhi oleh kondisi geografis, seperti kedekatan dengan sungai dan tingginya curah hujan. Hasil analisis ini menunjukkan pentingnya pemetaan daerah rawan bencana, peningkatan kesiapsiagaan masyarakat, serta penguatan sistem mitigasi dan peringatan dini agar risiko bencana dapat diminimalkan.

7.176 KK Terdampak, Banjir OKI Meluas Akibat Hujan dan Rawa
Sebanyak 7.176 kepala keluarga terdampak banjir yang melanda Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, pada awal Januari 2026, akibat curah hujan tinggi yang diperparah kondisi wilayah rawa. Genangan air meluas di sejumlah kecamatan dan sulit surut karena karakteristik dataran rendah di wilayah tersebut.

3 Longsor Setahun Bireueun Jadi Wilayah Paling Rawan di Aceh
Kabupaten Bireuen menjadi wilayah paling rawan longsor di Aceh dengan mencatat tiga kejadian akibat kombinasi wilayah perbukitan yang labil dan tingginya curah hujan. Bencana hidrometeorologi ini berdampak signifikan pada masyarakat, mulai dari kerusakan ratusan hektare lahan pertanian, gangguan ekonomi, hingga terputusnya jalur transportasi utama. Atas kondisi tersebut, BMKG mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, sementara pemerintah diharapkan segera memperkuat upaya mitigasi dan sistem peringatan dini guna mengurangi risiko di masa mendatang.

67 Banjir Setahun: Kampar Jadi Episentrum Bencana, Tiga Kali Lebih Parah dari Daerah Lain di Riau
Kabupaten Kampar mencatat 67 kejadian banjir sepanjang 2025, angka tertinggi di Provinsi Riau dan lebih dari tiga kali lipat dibandingkan Indragiri Hilir yang berada di posisi kedua dengan 20 kejadian. Data ini menegaskan satu pola mencolok: Kampar bukan sekadar wilayah rawan, melainkan telah menjadi episentrum bencana hidrometeorologi di provinsi tersebut, dengan tren yang terus meningkat dalam lima tahun terakhir.

Dominasi Longsor di Sumatera Selatan: OKU Selatan Catat 50% Kejadian
Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan) menjadi wilayah dengan kejadian tanah longsor tertinggi di Sumatera Selatan, mencapai 50% dari total kasus. Tingginya angka longsor disebabkan oleh kondisi geografis berupa perbukitan, lereng curam, curah hujan tinggi, dan tanah yang labil, sehingga wilayah ini lebih rentan mengalami longsor dibandingkan kabupaten lainnya.

Longsor Lampung 2023–2025: Curah Hujan 150 mm dan Perubahan Lahan Picu 2 Kali Bencana, 500 Warga Mengungsi
Pada awal 2025, hujan ekstrem kembali memicu banjir dan longsor di Lampung, mengulang bencana serupa pada 2023. Selain curah hujan tinggi, berkurangnya tutupan vegetasi memperparah risiko longsor. Peristiwa ini menunjukkan pentingnya mitigasi untuk mencegah bencana berulang.

7 Banjir Sepanjang 2020, PALI Tertinggi di Sumatera Selatan
Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menjadi daerah dengan jumlah kejadian banjir tertinggi di Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2020, dengan tujuh peristiwa dari total 31 kejadian banjir. Banjir terjadi pada beberapa bulan, mulai Februari hingga Oktober 2020. Tingginya frekuensi banjir di PALI dipengaruhi oleh curah hujan yang tinggi, kondisi dataran rendah, serta keberadaan aliran sungai yang meningkatkan risiko luapan air. Kecamatan Talang Ubi menjadi salah satu wilayah yang paling sering terdampak banjir. Banjir tidak hanya menyebabkan genangan air, tetapi juga merendam ratusan rumah warga, mengganggu akses transportasi, serta berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat, terutama sektor pertanian. Oleh karena itu, diperlukan upaya mitigasi berbasis data dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang.

Cilacap Darurat Cuaca Ekstrem: 42 Kasus Puting Beliung Jadikan Wilayah Ini Terparah di Jateng
Sebanyak 42 terjangan angin puting beliung mengguncang Kabupaten Cilacap sepanjang tahun 2021, mencatat frekuensi tertinggi sekaligus mendominasi seperempat dari total 168 bencana serupa di Jawa Tengah. Intensitas cuaca ekstrem ini menempatkan Kabupaten Cilacap dalam posisi darurat karena angka kejadiannya melampaui gabungan di kasus Purbalingga (13), Semarang (13), dan Kendal (10). Tingginya risiko di wilayah pesisir ini menuntut perbaikan bangunan dan fasilitas publik yang lebih kokoh demi melindungi keselamatan penduduk di wilayah itu dari ancaman bencana yang kerap berulang.

Data Terbaru: Tingginya Aktivitas Gempa Bumi Menempatkan Aceh Barat sebagai Wilayah Prioritas Mitigasi
Kabupaten Aceh Barat merupakan salah satu wilayah di Provinsi Aceh yang memiliki tingkat aktivitas gempa bumi tinggi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh letaknya yang berada di pesisir barat Pulau Sumatra, berdekatan dengan zona subduksi (megathrust) dan jalur Sesar Sumatera. Posisi geografis ini menjadikan Aceh Barat sebagai kawasan yang berulang kali mengalami guncangan gempa bumi, baik yang berasal dari aktivitas tektonik di laut maupun di daratan. Secara geologis, Aceh Barat berada pada pertemuan dua sumber gempa utama, yaitu zona Megathrust Sumatra yang berada di lepas pantai barat Aceh dan jalur Sesar Sumatera yang membentang dari utara hingga selatan Pulau Sumatra. Aktivitas kedua struktur tektonik tersebut menyebabkan wilayah ini memiliki tingkat seismisitas yang tinggi. Gempa bumi yang terjadi tidak hanya berpotensi menimbulkan kerusakan bangunan, tetapi juga dapat memicu tsunami apabila pusat gempa berada di laut dengan magnitudo besar.

Aceh Barat dan Nagan Raya Dominasi Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan di Aceh
Wilayah Barat Selatan Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Barat dan Kabupaten Nagan Raya, masih menjadi daerah dengan tingkat kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tertinggi di Provinsi Aceh. Berdasarkan pemantauan titik panas (hotspot) oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta laporan Badan Penanggulangan Bencana Acch (BPBA), kedua wilayah tersebut secara konsisten menyumbang jumlah titik api dan luasan lahan terbakar terbesar dibandingkan kabupaten lain di Aceh.

Ancaman Tsunami di Aceh Barat Tetap Tinggi, Kesiapsiagaan Masyarakat Menjadi Prioritas
Kabupaten Aceh Barat merupakan salah satu wilayah pesisir di Provinsi Aceh yang memiliki tingkat ancaman tsunami tinggi. Letaknya yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia dan berada di dekat zona subduksi Megathrust Sumatra menjadikan wilayah ini berpotensi terdampak tsunami apabila terjadi gempa bumi berkekuatan besar di dasar laut. Kondisi tersebut menempatkan Aceh Barat sebagai salah satu kawasan prioritas dalam upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana tsunami di Indonesia. Pengalaman tsunami Samudra Hindia tahun 2004 menjadi pengingat bahwa wilayah pesisir Aceh masih memiliki ancaman yang nyata sehingga kesiapsiagaan masyarakat harus terus ditingkatkan. Secara geologis, Aceh Barat berada pada jalur pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia yang membentuk zona subduksi aktif di sepanjang pesisir barat Sumatra. Pergerakan kedua lempeng tersebut secara terus-menerus menghasilkan akumulasi energi yang sewaktu-waktu dapat dilepaskan dalam bentuk gempa bumi tektonik berkekuatan besar. Apabila pusat gempa berada di bawah laut dengan mekanisme patahan naik, maka potensi terbentuknya tsunami akan meningkat. Karena itu, Aceh Barat termasuk wilayah yang selalu menjadi perhatian dalam sistem pemantauan gempa dan tsunami nasional.
Kronologi Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali: Dari Keberangkatan hingga Berakhirnya Operasi SAR
KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di perairan Selat Bali pada malam 2 Juli 2025 saat berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Kapal yang mengangkut puluhan penumpang, awak kapal, dan kendaraan tersebut diduga mengalami kebocoran hingga kehilangan stabilitas sebelum akhirnya tenggelam. Insiden ini memicu operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, serta berbagai instansi terkait. Selama proses pencarian, tim gabungan berhasil mengevakuasi korban selamat dan menemukan sejumlah korban meninggal, sementara KNKT melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab kecelakaan. Setelah hampir dua pekan, operasi SAR resmi dihentikan, sedangkan proses investigasi tetap berlanjut guna meningkatkan keselamatan transportasi laut di Indonesia.
Jejak Bencana Besar di Indonesia: Perjalanan dari Aceh hingga Flores
Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki risiko bencana alam tinggi karena berada di kawasan pertemuan beberapa lempeng tektonik dan jalur gunung api aktif. Dalam dua dekade terakhir, berbagai bencana besar terjadi di sejumlah wilayah dan meninggalkan dampak yang mendalam bagi masyarakat. Perjalanan ini dimulai dari ujung barat Indonesia, ketika tsunami besar menghantam Aceh pada 2004, kemudian bergerak menuju Sumatera Barat, Lombok, Sulawesi Tengah, Jawa Barat, hingga Flores Timur. Setiap peristiwa memperlihatkan bagaimana bencana tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga mengubah kehidupan masyarakat dan mendorong perbaikan sistem mitigasi di Indonesia.
Jejak Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia: Menelusuri Ancaman Karhutla dari Sumatra hingga Kalimantan
Indonesia merupakan negara yang memiliki kawasan hutan tropis terluas di dunia. Namun, setiap memasuki musim kemarau, berbagai wilayah di Indonesia menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi cuaca yang kering, lahan gambut yang mudah terbakar, serta aktivitas manusia menjadi penyebab utama terjadinya kebakaran di berbagai daerah. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya merusak ekosistem hutan, tetapi juga menyebabkan kabut asap, mengganggu aktivitas masyarakat, menurunkan kualitas udara, hingga memengaruhi sektor ekonomi dan kesehatan.
Indonesia dalam Krisis Sampah: Menelusuri Kota Demi Kota
Ke mana perginya sampah yang kita buang setiap hari? Melalui StoryMap Indonesia dalam Krisis Sampah: Menelusuri Kota demi Kota, pembaca diajak menyusuri berbagai wilayah yang menjadi potret persoalan sampah di Indonesia, mulai dari TPST Bantar Gebang di Bekasi, TPA Sarimukti di Bandung Barat, Pantai Kuta di Bali, TPA Benowo di Surabaya, hingga Sungai Citarum di Jawa Barat. Setiap lokasi menghadirkan cerita yang berbeda, mulai dari gunungan sampah, pencemaran sungai dan pantai, hingga inovasi pengelolaan sampah menjadi energi. Perjalanan ini menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan tempat pembuangan akhir, tetapi juga menyangkut pola konsumsi, kesadaran masyarakat, serta pentingnya pengelolaan yang berkelanjutan. Dengan memadukan peta interaktif, lokasi, dan narasi, StoryMap ini mengajak pembaca memahami bagaimana setiap daerah menghadapi tantangan yang berbeda sekaligus melihat berbagai upaya yang dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih.

9.043 Sumur Resapan Belum Mampu Atasi Banjir Pasar Rebo
Meski Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Timur membangun 9.043 sumur resapan di Kecamatan Pasar Rebo sepanjang 2021, banjir di kawasan permukiman tetap terjadi. Jakarta Timur masih menjadi wilayah dengan frekuensi banjir tertinggi di ibu kota, dengan 17 titik kejadian tercatat dalam data. Para ahli menilai penempatan sumur yang lebih banyak menyasar lahan publik — bukan daerah cekungan padat penduduk — menjadi akar masalahnya. Di sejumlah titik seperti Jalan Tipar dan Jalan Waduk Surilang, genangan bertahan hingga 11 jam dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter.

Puting Beliung 2021: Kabupaten Bogor Jadi Wilayah Rawan Angin Kencang, 1.102 Rumah Rumah Rusak
Wilayah Kabupaten Bogor mencatat 1.102 rumah rusak akibat rangkaian kejadian puting beliung sepanjang 2021, menegaskan posisinya sebagai daerah rawan angin kencang di Jawa Barat. Jumlah kerusakan tersebut jauh melampaui rata-rata dampak bencana serupa di wilayah lain pada provinsi yang sama, dengan sebaran kejadian di berbagai kecamatan. Analisis data kebencanaan menunjukkan peristiwa ini kerap terjadi saat hujan lebat disertai angin kencang, yang mengindikasikan meningkatnya potensi cuaca ekstrem sepanjang tahun tersebut.

Data Banjir Jawa Barat: Indramayu Catat Kerusakan Rumah Terbanyak, Bandung Alami Kerusakan Fasilitas Umum Tertinggi
Bencana banjir yang melanda berbagai wilayah di Provinsi Jawa Barat telah mengakibatkan kerugian signifikan baik dari sisi korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur. Berdasarkan data terbaru, total 19 orang dinyatakan meninggal dunia, dengan ribuan rumah warga serta ratusan fasilitas umum mengalami kerusakan akibat terjangan air.

Rentetan kejadian banjir di Kabupaten Banjar Kalsel Tahun 2021
Kabupaten Banjar menjadi wilayah dengan kejadian bencana tertinggi di Kalimantan Selatan, dengan banjir sebagai bencana paling dominan. Kondisi geografis berupa dataran rendah, curah hujan ekstrem, serta kerusakan lingkungan akibat alih fungsi lahan memperparah risiko banjir. Bencana ini telah berdampak pada ratusan ribu warga dan menunjukkan bahwa penanganan tidak cukup hanya melalui bantuan darurat, tetapi juga memerlukan pengelolaan lingkungan dan mitigasi bencana yang berkelanjutan.

Tragedi Gempa Sulawesi Barat: 101 Jiwa Meninggal dan 16 Ribu Rumah Rusak
Gempa bumi di Sulawesi Barat menewaskan 101 orang dan merusak 16.301 rumah serta 47 fasilitas umum. Dampak terparah terjadi di Mamuju dan Majene. Gempa dipicu oleh aktivitas Sesar Naik Mamuju (Mamuju Thrust) yang menghasilkan guncangan dangkal dengan daya rusak tinggi. Akibatnya, ribuan warga kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi. Peristiwa ini menunjukkan pentingnya pembangunan infrastruktur tahan gempa dan peningkatan mitigasi bencana di wilayah rawan gempa.